DDPI Kalimantan Timur

Lokakarya Jejaring Pembelajaran Kesepakatan Pembangunan Hijau Kalimantan Timur

May 14, 2018
Aspianur Akhmad Fauzi
444

Konsep pembangunan Kaltim Green yang dideklarasikan pada tahun 2010, merupakan wujud dari kesepakatan dan semangat kebersamaan para pihak pembangunan di Kalimantan Timur. Dalam upaya percepatan (akselerasi) capaian program transformasi pembangunan ekonomi berbasis pemanfaatan sumberdaya alam terbaharukan, kolaborasi–kerjasama dari semua eleman pembangunan harus dibangun dan dikembangkan. Untuk melibatkan lebih banyak para pihak dan inisiatif yang memungkinkan agar tujuan-tujuan Kaltim Green dapat dicapai secara luas dan merata, maka dibangunlah apa yang kemudian disebut dengan Green Growth Compact (GGC) atau Kesepakatan Para Pihak Pembangunan Kaltim Green. Compact yang dalam terjemahan bebas berarti kesepakatan para pihak yang tidak mengikat, merupakan pembangunan komitmen-komitmen pada tingkat tapak untuk mendukung komitmen pada tingkat yang lebih luas. Prosesnya akan mendukung negosiasi dan pengembangan kesepakatan antara para pihak yang menekankan pada kerjasama yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan hijau. GGC merupakan “kerangka kesepakatan” yang menyediakan petunjuk dan wadah bagi para pihak yang akan mengembangkan rencana dan kebijakan yang lebih operasional, dan berbagai aksi berbasiskan peraturan dan kebijakan yang ada, serta sistem operasi perusahaan yang telah terbangun untuk mencapai tujuan bersama. Secara sederhana dapat dinyatakan bahwa GGC adalah wadah dari proses penguatan dan perluasan kolaborasi para pihak untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kerangka programatik, program kesepakatan pembangunan hijau atau GGC merupakan pendukung dari tercapainya seluruh tujuan dan cita-cita program Kaltim Hijau. Tujuan Kaltim Hijau untuk menurunkan emisi, mengurangi deforestasi, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi Kaltim. Upaya dukungan ini diciptakan melalui keterlibatan para pemangku kepentingan dari seluruh lapisan di Kaltim. Tidak saja dari kelompok pelaku usaha, swasta, tetapi juga institusi pemerintahan daerah, pemerintah pusat, serta kelompok swadaya masyarakat hingga perguruan tinggi. Setelah di deklarasikan pada 2016 di Samarinda, Jakarta serta Marrakech, Kesepakatan Pembangunan Hijau Kalimantan Timur telah berkembang lebih operasional dengan ditanda tanganinya kesepakatan terhadap model-model inisiatif yang akan mendorong percepatan tercapainya Kaltim Hijau. Setidaknya saat ini ada 9 inisiatif model yang telah disepakati. Masing-masing inisiatif model memiliki berbagai sisi kekuatan dan dinamikanya yang menarik untuk diambil sebagai pembelajaran bagi para pihak yang akan mengembangkan kesepakatan lebih lanjut atau membangun rencana operasionalisai dan implementasi terhadap berbagai kesepakatan yang telah terbangun.

Lokakarya yang diadakan pada tanggal 25 Juni 2018 bertujuan untuk membangun komunikasi, koordinasi dan pertukaran pengalaman dan pengetahuan terhadap berbagai inisiatif model pembangunan hijau yang dikembangkan dalam kerangka kesepakatan pembangunan hijau.

Berita Lainnya

1

Focus Group Discussion (FGD)

“Pengelolaan KHG di Wilayah Mahakam Tengah untuk Mendukung Pelaksanaan Program FCPF-CF di Kalimantan Timur”.

Selengkapnya
2

Rapat Koordinasi

Rapat Koordinasi Perspektif GGC dalam Pembangunan IKN

Selengkapnya
© 2019 Dewan Daerah Perubahan Iklim Kalimantan Timur