DDPI Kalimantan Timur

RAD GRK KALTIM

January 15, 2020
Aspianur Akhmad Fauzi
681

RINGKASAN EKSEKUTIF

Sesuai dengan strategi RPJMD 2013-2108 dan RPJP 2005-2025, ekonomi Kalimantan Timur dalam proses transformasi untuk mengantisipasi menyusutnya deposit minyak, gas, dan batubara. Kontribusi nilai tambah dari kegiatan-kegiatan ekonomi di bidang pertanian dalam arti luas dan pengolahannya terhadap PDRB akan terus meningkat walaupun mungkin belum dapat menggeser posisi batubara sebagai penyumbang utama PDRB sampai dengan tahun 2030. Melihat perkiraan deposit dan harga batubara sampai tahun 2030, produksi batubara diperkirakan masih di sekitar 230 juta ton per tahun dimana sekitar 180 juta ton diantaranya diproduksi oleh penambang skala besar. Kegiatan produksi listrik diperkirakan akan meningkat rata-rata sekitar 10% per tahun sampai dengan tahun 2030 yang akan didominasi oleh PLTU batubara. Andalan utama bidang pertanian dalam arti luas adalah perkebunan. Peningkatan produksi akan bersumber dari peningkatan produktivitas dan penambahan luas tanam dari sekitar 1,3 juta ha tahun 2016 menjadi sekitar 2 juta ha pada tahun 2030 yang akan tetap didominasi oleh kebun kelapa sawit. Di kegiatan kehutanan, luas penanaman hutan tanaman masih dapat dimaksimalkan sampai 431.185 ha dari lahan non hutan dalam area konsesi eksisting, dengan tetap mempertahankan hutan primer, hutan mangrove dan hutan rawa.
Pembakaran bahan bakar hidrokarbon pada kegiatan batubara dan produksi listrik serta kegiatan pembalakan dan alihguna lahan untuk perkebunan diperkirakan akan menjadi sumber sumber-sumber utama emisi GRK sampai dengan tahun 2030. Keempat sumber tersebut akan berkontribusi sekitar 70% untuk peride 2010-2030. Pertumbuhan luasan dan produksi kebun kelapa sawit akan memicu penggunaan pupuk nitrogen dan produksi biogas dari limbah cair sawit (POME) yang masing-masing akan berkontribusi sekitar 4% dan 6% dari total emisi GRK pada periode yang sama.
Kalimantan Timur berpeluang menurunkan emisi GRK sampai dengan 20% (setara 194 juta ton CO2 eq) dibandingkan tingkat BAU sambil tetap meningkatkan nilai tambah kegiatan-kegiatan ekonomi kunci daerah. Fokus kegiatan mitigasi adalah sebagi berikut

  • Konservasi energi pada kegiatan tambang batubara lewat efisiensi dan penggunaan biodiesel
  • Peningkatan penggunaan energi terbarukan pada produksi listrik di perdesaan
  • Pengembangan kebun ramah iklim
  • Perlindungan hutan alam dan gambut di hutan produksi, lindung dan konservasi, penerapan pembalakan berdampak minimal (RIL-C), pengembangan hutan tanaman dan wanatani di lahan bercadangan karbon rendah
  • Perbaikan ketepatan penggunaan pupuk N di perkebunan dan sawah
  • Pengurangan emisi gas metana POME setara metane capture.

Enam aksi mitigasi tersebut dapat berkontribusi sekitar 94% dari total potensi penurunan 194 juta ton CO2-eq pada 2010-2030. Kegiatan-kegiatan mitigasi tersebut akan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Konservasi energi dapat meningkatkan PDB sebagaimana dilaporkan hasil kajian terhadap 28 negara OECD (Climate Institute 2013) . Peningkatan penggunaan energi terbarukan untuk listrik perdesaan, termasuk lewat pemanfaatan biogas POME, menciptakan nilai tambah baru pada ekonomi daerah lewat pemanfaatan limbah dan sumber-sumber energi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan seperti tenaga surya dan air. Perlindungan hutan alam dan lahan gambut tidak akan mengganggu kegiatan produksi karena diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan pembukaan kebun dan hutan tanaman baru pada lahan-lahan dengan cadangan karbon rendah. Penerapan pembalakan dengan dampak minimal (RIL-C) akan meningkatkan produktivitas hutan alam dalam jangka menengah dan panjang. RIL-C mengurangi kerusakan hutan akibat pembalakan sehingga dapat mempercepat pemulihan hutan. Hutan yang pulih lebih cepat membuat waktu daur yang lebih singkat yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas. Keenam aksi mitigasi tersebut meerlukan dukungan kebijakan dari Menteri ESDM, Menteri LHK, Gubernur Kalimantan Timur dan bupati seluruh kabupaten di Kalimantan Timur. Dokumen lengkap dapat diunduh pada link berikut : http://bit.ly/2QT9VsM

Publikasi Lainnya

1

Potensi Emisi Gas Rumah Kaca pada Pengembangan Wilayah Ibukota Negara

Potensi Emisi Gas Rumah Kaca pada Pengembangan Wilayah Ibukota Negara

Selengkapnya
2

Hasil Studi Integrasi Proklim Plus dalam Konsep Forest City IKN

Hasil Studi Integrasi Proklim Plus dalam Konsep Forest City IKN

Selengkapnya
© 2019 Dewan Daerah Perubahan Iklim Kalimantan Timur