Selamat Datang di Website Resmi DDPI Prov. Kaltim
Visi Kaltim 2030 Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
06 November 2023 Berita Mimin
Visi Kaltim 2030 Dukung Mitigasi Perubahan Iklim

BALIKPAPAN, DDPI – Selama dua hari (30-31 Juli), Pemprov Kaltim menggelar Kaltim Summit II di Hotel Grand Senyiur Balikpapan. Pertemuan yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswo Utomo, Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Velix W Wanggai, Bupati/Walikota se-Kaltim, Anggota DPR, DPRD Provinsi, akademisi, tokoh masyarakat, pemuda, aktifis dan lainnya ini merumuskan Visi Kaltim 2030. Visi Kaltim 2030, konsep yang digagas Gubernur Kaltim DR Awang Faroek Ishak dan jajarannya, merupakan sebuah keinginan Kaltim untuk mewujudkan Perekonomian Kaltim Hijau, sebuah keadaan di mana perekonomian Kaltim tidak bertumpu lagi pada non renewable resources (minyak, gas dan batubara) namun beralih ke sektor renewable resources (pertanian dalam arti luas, pariwisata, industri, perdagangan dan keuangan). Dalam pertemuan Kaltim Summit II itu DR Awang Faroek memaparkan gagasan-gagasannya itu, lalu diikuti pemaparan dari pembicara kunci Marie Elka Pangestu, akademisi, dan tokoh-tokoh lainnya.  Ketua Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim Prof DR Daddy Ruhiyat yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan gagasan Visi Kaltim Hijau sangat mendukung upaya-upaya Pemerintah Pusat dan Pemprov Kaltim untuk melakukan mitigasi terhadap emisi Gas Rumah Kaca (GRK). “Gas Rumah Kaca di Kaltim umumnya disebabkan dari sektor berbasis lahan berupa alih fungsi kawasan hutan dan lahan. Sektor ini menyumbangkan sekitar 96,19 persen dari total keseluruhan Gas Rumah Kaca di Kaltim atau sekitar 1,533,62 juta ton CO2 eq,”kata Prof Dr Daddy Ruhiyat. Dengan beralih kepada konsep Kaltim Hijau, pemprov Kaltim berharap dapat menurunkan emisi GRK sekitar 15,63 pada tahun 2020 dari 1.594,42 juta ton CO2 eq pada tahun 2010 menjadi 1,345,38 juta ton pada tahun 2020. Prof DR Daddy Ruhiyat yang menjadi moderator pada Kelompok 1 (Tema-Daya Saing Ekonomi dan Lingkungan Hidup) pada hari kedua Kaltim Summit mengatakan forum ini juga sangat terbuka mendengarkan usulan-usulan dari berbagai pihak untuk bersama-sama merumuskan bagaimana mencapai Visi Kaltim 2030 itu.  Ini terlihat dari beragamnya pihak-pihak yang hadir pada pertemuan itu. Para peserta diskusi kemudian merumuskan 7 bidang strategis sebagai katalis untuk mencapai Kaltim Hijau itu. Ketujuh bidang itu yakni pembatasan produksi sektor primer (batubara dan migas); pengembangan industri bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan; pengembangan produktivitas sektor pertanian dalam arti luas; pengembangan industri turunan migas dan batubara; pengembangan industri pertanian dalam arti luas; pengambangan EBT, sektor jasa, perdagangan dan keuangan; dan pengembangan infrastruktur pendukung industry. Hasil dari Kaltim Summit ini akan digunakan sebagai pembahasan dan perbaikan dalam proses perumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Visi Kaltim 2030.

ARTIKEL LAINNYA
Penerima Penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2017
06 November 2023 Jam 03:15
Webinar “Soalisasi Peran Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan Pengajuan Pendanaan Perubahan Iklim”
06 November 2023 Jam 03:15
Toward to Design Team Working for Green Growth Compact
06 November 2023 Jam 03:15
Learning Network GGC: Belajar dari Inisiatif Model SIGAP dan Perhutanan Sosial
06 November 2023 Jam 03:15
“Perlindungan Keanekaragaman Hayati Dalam Rangka Mendukung Implementasi Pembangunan Hijau di Wilayah IKN”
06 November 2023 Jam 03:15
DDPI Kaltim selenggarakan FGD Pembelajaran Pengembangan Inisiatif Model GGC
06 November 2023 Jam 03:15