Selamat Datang di Website Resmi DDPI Prov. Kaltim
TALKSHOW "Peran Pemerintah , Swasta, dan Masyarakat dalam Program Penurunan Emisi (FCPF - CF)
06 November 2023 Berita Mimin
TALKSHOW  "Peran Pemerintah , Swasta, dan Masyarakat dalam Program Penurunan Emisi (FCPF - CF)

Perlu Keterlibatan Para Pihak Dalam Implementasi FCPF Carbon Fund Keterlibatan para pihak, baik itu pemerintah, swasta, masyarakat dan perguruan tinggi sangat diperlukan agar implementasi Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund di Kalimantan Timur pada periode 2020-2024 dapat berjalan dengan baik. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Ekonomi Bappeda Kaltim Saur Parsaoran dalam Dialog Interaktif yang diselenggarakan Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim di Radio Republik Indonesia, Senin (11/11). Menurutnya, keterlibatan para pihak tidak hanya dalam proses implementasinya saja, tapi juga pemantauan dan evaluasi FCPF. Saur menjelaskan FCPF Carbon Fund adalah sebuah program Bank Dunia untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca dari aktifitas deforestasi dan degradasi hutan. Kaltim adalah satu-satunya provinsi yang ditunjuk oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk melaksanakan program ini. Program ini memiliki 5 komponen utama untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lahan di Kaltim, meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah, mengurangi deforestasi di konsesi kehutanan dan perkebunan, alternatif mata pencaharian bagi masyarakat dan yang terakhir pemantauan dan evaluasi FCPF Carbon Fund. Pihak swasta dari sektor kehutanan dan perkebunan memiliki peranan penting dalam program ini. Menurut Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kaltim, perusahaan-perusahaan kelapa sawit memiliki komitmen untuk menjaga areal berhutan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan di konsesinya. Sementara itu, menurut Konsultan Sosial proyek FCPF, Akhmad Wijaya, peranan masyarakat sangat sentral dalam penurunan emisi dengan menjaga hutan yang ada di desa mereka. Namun, bukan berarti program ini melarang masyarakat membuka hutan. “Harapannya nanti masyarakat desa mengatur ruang mereka. Mana daerah untuk pemukiman, berladang, hutan yang dilindungi dan lainnya,” katanya. Aktifitas penurunan emisi ini akan mendapatkan insentif dari Bank Dunia dan masyarakat akan mendapatkan porsi yang terbesar dari pembagian insentif tersebut

ARTIKEL LAINNYA
Penguatan Sistem Pendukung Pelaksanaan FCPF-CARBON FUND di Kalimantan Timur
06 November 2023 Jam 03:15
DDPI Kaltim menerima kunjungan dari LPBI NU Kaltim
06 November 2023 Jam 03:15
Pertemuan Governors Climate and Forests Task Force
06 November 2023 Jam 03:15
Potensi dan Strategi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Provinsi Kalimantan Timur
06 November 2023 Jam 03:15
FGD Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Perkebunan
06 November 2023 Jam 03:15
Festival Iklim 2018: REDD+ Under Paris Agreement
06 November 2023 Jam 03:15