Selamat Datang di Website Resmi DDPI Prov. Kaltim
Potensi dan Strategi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Provinsi Kalimantan Timur
06 November 2023 Berita Mimin
Potensi dan Strategi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan  di Provinsi Kalimantan Timur

Potensi dan Strategi Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Kalimantan Timur dikupas habis dalam Dialog Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Samarinda bersama Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, 13 Januari 2020. Hadir sebagai pembicara Kepala Bidang Energi Baru dan Terbarukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim Ir. Bantolo dan Asisten Pokja Pembangunan Hijau DDPI Kaltim Reonaldus, M.Sc

Ir Bantolo memaparkan Energi Baru merupakan energi dengan menggunakan teknologi yang baru atau belum ada di Indonesia seperti batu bara diubah menjadi gas atau batu bara diubah menjadi cair, tenaga nuklir dan lainnya sementara Energi Terbarukan merupakan energi yang sumber dayanya terus menerus jika dipelihara seperti matahari, air dan angin. Menurutnya, EBT itu sifatnya lebih ramah lingkungan dan potensinya di Kaltim cukup besar.

Ia juga menjelaskan sebaran potensi ini tidak merata di tiap kabupaten/kota. Misalnya, untuk tenaga air, potensinya akan sangat besar di daerah-daerah hulu seperti Kabupaten Mahakam Hulu. Potensi tenaga air mencapai 2.000 MW. Namun, pemanfaatan tenaga air masih sebatas perencanaan. Secara umum, pemanfaatan EBT di Kaltim masih sangat terbatas. Pemanfaatan yang cukup besar berada di sektor perkebunan di mana limbah dari industri kelapa sawit dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi untuk operasional pabrik dan sebagian untuk listrik yang dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar pabrik. Untuk matahari, beberapa desa sudah memanfaatkannya. Namun, skalanya tidak begitu besar.

Kendala pemanfaatan ini juga terkait dengan persoalan letak sumber energi dan letak konsumennya. Misalnya tenaga air yang berada di hulu sementara konsumennya banyak berada di kota. Kendala lainnya juga terakhir dengan teknologi pembangunannya dan keekonomisan sebuah EBT.

Strategi yang diperlukan diantaranya adalah sosialisasi yang masif terutama terhadap EBT yang baru sehingga tidak mendapatkan penolakan dari masyarakat dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap teknologi EBT tersebut. Misalnya tenaga matahari, pemanfaatannya semakin berkembang oleh rumah tangga di kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Untuk kota-kota di Kaltim, perlu sosialisasi lagi tentang pemanfaatan tenaga surya tersebut.

Reonaldus menambahkan pemanfaatan EBT merupakan upaya Kaltim untuk mewujudkan pembangunan rendah karbon dengan cara menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor energi.

ARTIKEL LAINNYA
Festival Iklim 2018: REDD+ Under Paris Agreement
06 November 2023 Jam 03:15
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan Iklim
06 November 2023 Jam 03:15
Pelatihan Pengarusutamaan Pembangunan Hijau ke Dalam RPJMD
06 November 2023 Jam 03:15
TALKSHOW "Peran Pemerintah , Swasta, dan Masyarakat dalam Program Penurunan Emisi (FCPF - CF)
06 November 2023 Jam 03:15
DDPI Kaltim Membagikan Pengalaman Mengawal Isu Perubahan Iklim di Kaltim
06 November 2023 Jam 03:15
Komunikasi Teknis dalam Penyelenggaraan Sistem MRV
06 November 2023 Jam 03:15